“Biasanya mereka booking dulu lewat WhatsApp, baru datang ke agen untuk konfirmasi. Untuk puncaknya, kami perkirakan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret, dengan jumlah penumpang bisa mencapai 30 sampai 50 orang per hari,” tambahnya.
Di sisi lain, alasan kenyamanan dan fleksibilitas menjadi faktor utama masyarakat tetap memilih bus sebagai sarana transportasi. Santoso, salah satu penumpang tujuan Bekasi, mengaku lebih nyaman menggunakan bus dibanding moda lain seperti kereta api.
Menurutnya, perjalanan dengan bus memberikan keleluasaan dalam memilih jadwal dan tempat duduk, serta tidak membutuhkan pemesanan jauh-jauh hari seperti kereta kelas tertentu.
“Kalau bus lebih fleksibel dan nyaman. Kalau kereta, apalagi yang kelas bagus, harus pesan jauh hari. Jadi saya pilih bus saja,” ujarnya.
Ia bahkan langsung memesan tiket kepulangan begitu tiba di kampung halaman demi memastikan perjalanan kembali ke perantauan berjalan lancar bersama keluarganya.
Dengan tren peningkatan yang terus bergerak naik, arus balik di Lamongan diperkirakan akan semakin padat dalam beberapa hari ke depan. Para pelaku usaha transportasi pun terus bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang agar layanan tetap berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.






