Ia juga mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan persatuan, bukan justru menjadi alat penyebaran kebencian atau provokasi yang memecah belah masyarakat.
Lebih lanjut, Jiddan mendorong generasi muda untuk menerapkan semangat patriotisme konstitusional dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan kampus, organisasi, hingga masyarakat luas. Sikap toleran, menghargai perbedaan, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan menjadi wujud nyata menjaga keutuhan NKRI.
Salah satu peserta, Isnaeni, mahasiswi asal Bungah, mengaku kegiatan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru tentang makna menjaga persatuan. Ia menilai bahwa peran pemuda tidak selalu identik dengan perjuangan fisik, melainkan dapat diwujudkan melalui prestasi, sikap saling menghormati, serta menjaga keharmonisan dalam keberagaman.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami jadi lebih sadar bahwa persatuan bangsa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, DPR RI berharap kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda semakin kuat, sehingga mereka mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa depan.






