Ia menyoroti posisi organisasi ini sebagai mitra strategis negara yang kontribusinya terasa dalam berbagai kebijakan publik, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan karakter masyarakat.
“Di tengah dinamika zaman yang cepat berubah, keberadaan Muhammadiyah sangat penting sebagai penuntun arah moral bangsa,” tegasnya.
“Organisasi ini berhasil menunjukkan bahwa Islam dapat menjadi kekuatan pemersatu dan pendorong kemajuan.” tambahnya.
Pada momentum Milad ke-113 ini, Ning Lia Istifhama turut menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar Muhammadiyah terus menjadi garda terdepan dalam membangun umat dan bangsa.
“Selamat Milad Muhammadiyah ke-113. Semoga terus menjadi garda terdepan melalui dakwah yang mencerahkan dan penuh kedamaian,” ujarnya.
Ia juga mengajak peringatan ini sebagai momentum untuk memperluas kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan publik.
“Khidmat Muhammadiyah selama lebih dari satu abad adalah modal sosial berharga bagi Indonesia. Semoga kontribusi ini terus mengalir demi kemajuan umat dan bangsa,” pungkas Dr. Lia.(Bs).





