BERITASIBER.COM | PAMEKASAN – Dugaan pelanggaran moral yang menyeret nama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan, Salman Alfarisi, terus menuai sorotan publik. Sejumlah aktivis mahasiswa memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat internal Partai Bulan Bintang (PBB), mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk tekanan moral agar partai segera mengambil sikap terhadap dugaan tindakan amoral yang dituduhkan kepada kadernya. Dugaan tersebut meliputi aktivitas pesta minuman keras, indikasi penyalahgunaan narkoba, serta dugaan perbuatan asusila yang disebut-sebut terjadi di sebuah gudang rokok ilegal di wilayah Pamekasan.

Perwakilan aktivis mahasiswa menilai, kasus ini tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan pribadi. Menurut mereka, status Salman Alfarisi sebagai pejabat publik sekaligus pimpinan alat kelengkapan dewan menjadikan persoalan ini berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ini menyangkut etika pejabat publik dan kredibilitas partai politik. Karena itu kami mendorong DPW dan DPP PBB untuk bersikap tegas dan transparan,” ujar salah satu aktivis dalam keterangannya.

Para aktivis menilai, jika dugaan tersebut terbukti, maka telah terjadi pelanggaran serius terhadap nilai moral, hukum, serta kode etik sebagai wakil rakyat. Mereka menyoroti posisi strategis Salman Alfarisi sebagai Ketua Komisi II DPRD yang memiliki fungsi pengawasan di sektor ekonomi dan kebijakan daerah.

“Seorang pejabat yang seharusnya mengawasi justru dikaitkan dengan aktivitas ilegal. Ini ironi dan sangat mencederai kepercayaan publik,” ungkap Dedy, salah satu aktivis mahasiswa.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2