Meskipun tidak membeberkan secara rinci ucapan atau tindakan yang melatarbelakangi penonaktifan ini, Hermawi menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui kajian mendalam dan mekanisme organisasi yang berlaku di internal partai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa partai hadir dengan sikap tegas dan konsisten. Ini bagian dari konsolidasi internal untuk menjaga marwah partai di parlemen,” jelasnya.
Partai NasDem, lanjut Hermawi, memegang prinsip bahwa setiap kader yang duduk di kursi legislatif harus memprioritaskan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Langkah ini langsung mendapat sorotan publik dan media, mengingat Ahmad Sahroni adalah tokoh berpengaruh di DPR dan Nafa Urbach dikenal luas sebagai figur publik yang baru terjun ke dunia politik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ahmad Sahroni maupun Nafa Urbach terkait keputusan penonaktifan tersebut. Belum jelas pula apakah NasDem akan mengajukan pergantian antarwaktu (PAW) atau masih menunggu proses lanjutan.(*)





