Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur melaporkan, total jamaah haji Lamongan tahun 2026 mencapai 2.758 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.247 jamaah laki-laki dan 1.511 jamaah perempuan yang terbagi dalam delapan kloter, mulai kloter 30 hingga kloter 37.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adapun rincian jumlah jamaah per kloter yakni kloter 30 sebanyak 222 jamaah, kloter 31 sebanyak 376 jamaah, kloter 32 sebanyak 375 jamaah, kloter 33 sebanyak 375 jamaah, kloter 34 sebanyak 374 jamaah, kloter 35 sebanyak 376 jamaah, kloter 36 sebanyak 375 jamaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jamaah.

“Untuk jadwal keberangkatan, lima kloter diberangkatkan pada Rabu ini, kemudian dua kloter berikutnya akan diberangkatkan pada Kamis, sedangkan satu kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada Jumat,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Abdul Ghofur juga menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan.” Pemerintah juga menerapkan skema murur dan tanazul guna memberi kemudahan bagi jamaah, terutama kelompok rentan.

“Skema murur memungkinkan jamaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina, sedangkan tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel,” jelasnya.

Dalam mendukung pelayanan jamaah, pemerintah menyiapkan petugas haji yang terdiri dari 13 orang PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji), 13 orang TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter), 8 orang PHD (Petugas Haji Daerah), serta 10 orang PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyerahkan penghargaan kepada jamaah tertua dan termuda. Jamaah tertua tercatat atas nama Mujiono bin Purwo (90) asal Kecamatan Kedungpring, sedangkan jamaah termuda adalah Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Kecamatan Solokuro.

Keberangkatan ribuan jamaah haji ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Lamongan, sekaligus menunjukkan tingginya semangat religius dan meningkatnya kemampuan ekonomi warga untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2