Ia menjelaskan, program gerai maritim yang diinisiasi Kementerian Perdagangan sejalan dan saling melengkapi dengan program tol laut yang dijalankan oleh Kementerian Perhubungan. Sinergi tersebut kemudian dikenal dengan istilah Gerai Maritim Pemanfaatan Tol Laut.
Gerai maritim sendiri merupakan kegiatan distribusi barang, khususnya Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) dan Barang Penting (Bapenting), ke wilayah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan. Program ini bertujuan untuk menurunkan disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia, sekaligus menjamin ketersediaan barang bagi masyarakat di daerah tersebut.
Menurut Wamendag, kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut, terutama dalam memastikan kelancaran distribusi logistik melalui jalur laut yang efisien dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti didampingi oleh Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan Sri Sugy Atmanto serta Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid. Pemerintah berharap sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi stabilitas harga, peningkatan aktivitas perdagangan, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah 3TP.






