Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp7,5 miliar telah dialokasikan untuk beasiswa Perintis, yang hingga kini telah menyasar lebih dari 18.000 penerima manfaat di jenjang SD, SMP, SMA sederajat, hingga mahasiswa perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga Lamongan yang tertinggal dalam akses pendidikan. Melalui program Perintis, kami membuka pintu harapan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Wabup Lamongan.
Di akhir pidatonya, Mas Dirham berpesan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati agar tak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan era VUCA—Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas).
Ia mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, ketahanan, serta fleksibilitas dalam mengambil keputusan.
“Kunci keberhasilan di masa depan adalah kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi. Jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh dan berintegritas,” tandasnya.
Kehadiran Wakil Bupati dalam acara yudisium FEB UNISLA menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah terus diperkuat demi mencetak generasi unggul Lamongan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dengan visi pembangunan SDM yang inklusif, program nyata seperti beasiswa Perintis, dan dorongan terhadap lulusan agar tanggap terhadap era disrupsi, Lamongan menunjukkan komitmennya sebagai kabupaten yang serius menyiapkan masa depan.(Bs).





