Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan Siti Rubikah mengatakan bahwa temuan tersebut masih jauh untuk bisa dikatakan sebagai destinasi wisata di Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain belum adanya konfirmasi dari pihak terkait, untuk menuju sebagai destinasi wisata juga diutamakan faktor keselamatan dan keamanannya.

“Untuk menjadi destinasi wisata masih sangat jauh, pertama belum ada kepastian (temuan dan dugaan). Selain itu kami juga memerlukan kepastian dibidang keselamatan dan keamanan,” kata Rubikah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rubikah menerangkan bahwa Disparbud Lamongan sudah melakukan koordinasi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan. Yangmana terkait keberadaan pecahan keramik atau lempengan yang mengindikasi benda purbakala.

“Setelah peninjauan awal tadi tidak terdeteksi adanya pecahan keramik atau lempengan benda purbakala,” terangnya.

Pada pungkasnya, Rubikah mengungkapkan bahwa penelitian ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor.

“Terkait tindak lanjut, Disparbud menunggu keputusan dari bagian SDA. Karena memang penelitian ini akan melibatkan banyak pihak,” tutur Rubikah.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2