Feri menyebutkan bahwa program penanaman dari kedua resapan tersebut akan dilaksanakan secara berkala yang melibatkan Tim PPK HMS bersama dengan Masyarakat Desa Blawi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Feri juga menjelaskan, penamaan sumur resapan nantinya akan memprioritaskan fasilitas umum yang terdapat di Desa Blawi seperti sekolah dan masjid. Karena aktivitas yang berjalan pada beberapa tempat tersebut sangat padat sehingga diutamakan agar tidak terhambat saat banjir datang.

Sedangkan untuk penanaman biopori akan dilakukan pemerataan yang dilakukan pada titik yang pada tahun sebelumnya belum dilakukan penanaman. Adapula beberapa opsi titik yang disarankan oleh teman teman dari karang taruna yang juga merupakan titik rawan genangan dan masih dapat dijangkau oleh biopori.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Penanaman biopori sangat mudah untuk dilakukan dan saya harap dapat di ikuti oleh seluruh masyarakat. Masyarakat hanya perlu melakukan galian sedalam 30 cm dengan diameter mengikuti pipa biopori. Setelah itu pipa yang sudah disiapkan dapat dimasukkan. Semoga dengan penanaman ini dapat menjadi percontohan bagi warga semua agar nantinya dapat membuat dan menanam biopori secara mandiri,” jelas Feri.

Tim PPK HMS berharap dengan ditanamnya biopori dan sumur resapan, daerah resapan air di Desa Blawi dapat berjalan lebih efektif dan dapat mengurangi ketinggian genangan air saat banjir.

Sementara itu, antusiasme dari masyarakat juga mengiringi dari penanaman biopori dan sumur resapan. Masyarakat sangat mendukung penanggulangan banjir sebab sudah menjadi masalah bertahun bagi mereka.

Dukungan juga disampaikan oleh Perangkat Desa Blawi seperti disampaikan Kepala Desa Blawi Drs. H. Choirul Huda yang sedari awal memang banyak membantu dalam pelaksanaan progam.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi progam ini, penanaman bisa dilakukan dimana saja dan sudah ada beberapa titik yang saya rekomendasikan kepada tim kemarin, harapan saya daerah resapan ini dapat efektif terlebih lagi akan memasuki musim hujan sebentar lagi. Ini juga upaya yang sangat bagus dan sangat sebuah terobosan bagi Desa Blawi. Semoga kedepannya dari teman mahasiswa dapat memberikan lagi inovasinya kepada Desa Kami, atau mungkin tahun depan membawa progam lagi yang semakin baik,” ujar Choirul Huda

Seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Tim PPK MHS Teknik Unisla, penanaman dari biopori sangat mudah. Penanamannya bisa dilakukan dengan alat sederhana seperti linggis dan bor tanah.

Setelah tanah digali sedalam 30 cm kemudian pipa dapat telah dilubangi dapat dimasukkan kedalam tanah. Pipa tersebut selanjutnya diberikan daun kering atau sampah kompos serta ditambah pupuk EM4 yang bertujuan untuk menyuburkan tanah.

Sedangkan untuk penanaman sumur resapan sedikit membutuhkan tenaga yang lebih banyak, karena galian dilakukan lebih besar dan dalam karena menggunakan bongbis. Pada setiap titik terdapat 2 bongbis yang dimasukkan, dengan kedalaman lebih dari 1 meter.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2