Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi industri ini, termasuk tekanan internasional terkait praktik budidaya yang dianggap tidak berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Prof. Ermanto mengusulkan empat langkah untuk memperkuat sistem hukum Perkelapasawitan, termasuk pembentukan RUU Perkelapasawitan yang responsif dan terpadu.

“Kepastian hukum sangat penting untuk mengatasi berbagai isu yang dihadapi industri kelapa sawit,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selanjutnya, Prof. Boy Arief Fachri menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Optimasi Ekstraksi Propolis Dengan Penggunaan CO2 Superkritis”. Ia menjelaskan bahwa propolis, yang dihasilkan oleh lebah, memiliki banyak manfaat sebagai bahan makanan, obat, dan kosmetik.

Ia menawarkan metode ekstraksi menggunakan fluida superkritis untuk meningkatkan efisiensi dan hasil ekstraksi propolis.

Terakhir, Prof. Jekti Prihatin mengajak hadirin untuk melihat peranan penting serangga dalam kehidupan melalui orasinya berjudul “Peranan Serangga Industri Dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia”.

Ia menekankan bahwa serangga memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai penyerbuk dan sumber pangan.

“Hanya kurang dari satu persen serangga yang menjadi hama, sementara sisanya memiliki peran penting bagi kehidupan kita,” ungkapnya.

Di akhir upacara, Ketua Senat UNEJ, Andang Subahariyanto, berpesan kepada para profesor yang baru dikukuhkan untuk menggunakan ilmu yang dimiliki dalam pengabdian kepada bangsa dan negara serta menjaga nama baik Universitas Jember di mana pun mereka berada.

Dengan pengukuhan ini, UNEJ semakin memperkuat komitmennya dalam mencetak akademisi yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2