Ketua Komunitas Eco Enzyme Nusantara Wilayah Jawa Timur, Minoto, turut hadir dan mengapresiasi langkah Unitomo. Ia menyebut bahwa gerakan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga berpotensi menyelamatkan ekosistem secara alami.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Eco enzyme bukan sekadar cairan, tapi solusi nyata untuk menyehatkan kembali sungai kita. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar,” ujar Minoto.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Ketua Tim Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kebersihan DLH, Satiah, S.Sos., menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi seperti Unitomo sangat penting dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak hanya aksi lingkungan, peringatan Dies Natalis ke-44 Unitomo juga diramaikan dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosial seperti lomba mewarnai untuk anak usia PAUD dan TK se-Surabaya, parenting class, serta tes kesehatan gratis bagi masyarakat umum.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penanaman simbolik pohon Tabebuya di area kampus oleh Rektor Unitomo sebagai bentuk komitmen kampus terhadap penghijauan.

Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar selebrasi, melainkan momentum reflektif dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

“Unitomo ingin terus tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini adalah bagian dari visi kami sebagai kampus yang unggul secara akademik dan aktif dalam gerakan sosial serta pelestarian lingkungan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Unitomo berharap bisa menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain untuk ikut ambil bagian dalam gerakan pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi dan aksi nyata.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2