Tidak berhenti pada pendidikan dan sponsorship, kedua pihak juga merancang kolaborasi di sektor usaha. UNISLA menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kafe bersama Persela.

Kafe kolaborasi itu direncanakan menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan lingkungan kampus, klub, suporter, serta masyarakat. Selain memiliki nilai usaha, fasilitas tersebut diharapkan memperkuat interaksi antara Persela dan komunitas pendukungnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pertemuan itu, Direktur Bisnis Persela Pradita Aditya turut menjelaskan susunan manajemen klub. Ia menyebut dirinya mendapat kepercayaan sebagai Direktur Bisnis, sementara posisi manajer tim dipercayakan kepada Rizal dan Direktur Operasional dijabat Yunan.

“Untuk struktur manajemen, saya sebagai Direktur Bisnis. Kemudian untuk manajer tim dijabat Rizal, yang memang berpengalaman dan memahami regulasi liga untuk mendampingi tim secara langsung di bench. Sedangkan Direktur Operasional dijabat Yunan,” ujar Pradita.

Kerja sama tersebut mendapat respons positif dari perwakilan LA Mania yang turut hadir. Program beasiswa bagi suporter dinilai memberikan nilai tambah karena dukungan terhadap sepak bola tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas di stadion, tetapi juga melalui peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan.

Kolaborasi UNISLA dan Persela diharapkan menjadi pintu masuk bagi program-program bersama lainnya. Sinergi antara perguruan tinggi dan klub sepak bola tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan, olahraga, serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2