BERITASIBER.COM | JAKARTA — Nama Band Ungu telah lama melekat sebagai salah satu band paling berpengaruh di industri musik Indonesia. Sejak terbentuk pada 1996, band ini berhasil mempertahankan eksistensi melalui karya-karya yang kuat, perjalanan panjang penuh dinamika, serta hubungan emosional yang solid dengan para penggemarnya, Cliquers.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ungu berawal dari formasi sederhana yang digagas oleh Ekky (gitar), bersama Michael sebagai vokalis dan Pasha Van derr Krabb sebagai drummer. Namun perubahan besar terjadi ketika Pasha menghilang sehari sebelum tampil, hingga posisinya digantikan oleh Rowman. Tak lama setelah itu, Enda, yang saat itu masih menjadi roadies, ikut memperkuat formasi.

Inilah cikal bakal formasi Ungu modern, yang kemudian kokoh dengan hadirnya Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Awal Karier dan Album Debut

Sebelum merilis album penuh, Ungu mulai dikenal lewat dua lagu dalam album kompilasi Klik. Baru pada 6 Juli 2002 mereka meluncurkan album debut Laguku, dengan single “Bayang Semu” yang sukses menjadi soundtrack sinetron ABG. Meski awalnya penjualan album berjalan lambat, Laguku akhirnya meraih Platinum Award, menandai mulai besarnya basis penggemar Ungu.

Pergantian personel kembali terjadi ketika Ekky keluar, dan posisinya digantikan Oncy yang baru saja meninggalkan Funky Kopral. Masuknya Oncy membawa warna baru bagi Ungu.

Melejit Sebagai Band Papan Atas

Kesuksesan besar datang lewat album Tempat Terindah (2003) dengan hits “Karena Dia Kamu” dan “Suara Hati”. Penjualan yang menembus 80.000 kopi hanya dalam empat bulan membuat Ungu semakin dikenal sebagai band papan atas Indonesia.

Ungu juga mencatat sejarah saat berkolaborasi dengan almarhum Chrisye dalam album Senyawa. Setahun kemudian, mereka merilis album fenomenal Melayang (2005) dengan single “Demi Waktu”. Album ini meraih double platinum, dan lagu “Demi Waktu” bahkan meledak hingga pasar Malaysia.

Ungu kemudian terpilih menjadi MTV Exclusive Artist pada Desember 2005, sebuah pencapaian membanggakan untuk band Indonesia.

Sukses Besar Lewat Musik Religi

Pada 2006, Ungu merilis mini album religi SurgaMu sebagai penyambut Ramadan. Album ini terjual 150.000 kopi hanya dalam 10 hari dan mendapat apresiasi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun momen lain justru mencuri perhatian publik—Ungu sempat ditolak masuk Istana Wapres karena memakai jeans.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2