Selain menolak rencana pemusnahan, para sopir menuntut kejelasan arah kebijakan transportasi di Kota Bogor. Mereka meminta Pemerintah Kota Bogor membuka ruang dialog dan melibatkan para pengemudi dalam proses perumusan kebijakan, khususnya yang berkaitan langsung dengan sektor transportasi rakyat.
Massa aksi menyatakan akan tetap bertahan di lokasi hingga pemerintah daerah memberikan kejelasan sikap.
Mereka berharap Pemerintah Kota Bogor dapat mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi secara menyeluruh serta menawarkan solusi alternatif yang tidak menghilangkan mata pencaharian para sopir.
Hingga Kamis siang, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bogor terkait tuntutan yang disampaikan para sopir angkot dalam aksi tersebut.





