Dari unsur TNI dan Polri, disampaikan komitmen untuk terus bersinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Peran aparat kewilayahan dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, sehingga kegiatan pertanian dapat berlangsung tanpa hambatan.
Selain itu, kehadiran TNI–Polri juga diharapkan mampu mendorong kedisiplinan serta semangat gotong royong di tengah masyarakat tani.
Rapat koordinasi ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan, sekaligus merumuskan solusi secara bersama-sama. Dengan adanya kesamaan visi dan pemahaman antar lembaga, setiap program yang dijalankan diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Rakor ini, seluruh pihak bersepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor. Sinergitas TNI–Polri, pemerintah kecamatan, dan UPT Pertanian menjadi kunci utama dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan dan P2B di Kecamatan Solokuro pada Tahun Anggaran 2026.
Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen bersama, Kecamatan Solokuro diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.





