“Saling memberikan semacam keberkahan, penghidupan, saling tolong-menolong dalam hal ekonomi,” lanjutnya.
Jadi itu semangat yang ingin kita usung, karena kita punya PR-PR seperti kemiskinan ekstrem, pengentasan masalah stanting dan juga urusan-urusan yang lain.
Kemudian dalam prosesi hari jadi Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerapkan hal yang berbeda. Merubah ucapan yang biasanya menggunakan karangan bunga artificial atau sterofom, menjadi rangkaian bunga hidup atau bibit. Harapannya tidak menambah sampah karena bibit bunga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk ditanam.
“Kita meminta ucapan yang diberikan dalam bentuk, bukan karangan bunga artificial atau yang biasanya pakai sterofom dan segala macam yang menambah sampah. Kita pinginnya dari rangkaian bunga hidup atau bibit. Nanti, silakan masyarakat bibit-bibitnya silahkan diambil. Bisa ditanam, selain melestarikan bumi kita, semoga juga bisa jadi jalan rezeki untuk masyarakat nantinya,” tutup Mas Ipin.






