Tak hanya itu, Taqwaddin juga menyarankan agar pada tahun 2025, alumni UNAIR mengadakan kegiatan pengabdian untuk negeri di ujung Barat dan ujung Timur Indonesia, yaitu di Aceh dan Papua.
“Dengan pengabdian ini, kehadiran UNAIR di republik ini akan menjadi lebih terasa dan berarti,” ujarnya, yang sehari-hari bertugas sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor.
Rakornas IKA UNAIR 2025 dipimpin oleh Pimpinan Pusat yang terdiri dari Prof. Bambang Sekriari Lukiwanto, Laksamana Pertama Dr. Nora Lelyana, dan Indra Fauzi, MM. Acara ini dihadiri oleh pengurus wilayah dari 14 provinsi, belasan pimpinan cabang, dan pimpinan komisariat.
Puncak acara Rakornas IKA UNAIR 2025 diisi dengan pidato sambutan oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa, Ketua IKA UNAIR yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara alumni dan almamater untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan usulan-usulan yang disampaikan oleh Taqwaddin, diharapkan UNAIR dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berkualitas, terutama dari daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih, seperti Aceh.(Rizal)





