“Anak itu ibarat barang, harus disortir dan diketahui keunggulannya. Bukan hanya pintar Matematika, tapi juga bisa unggul di bidang lain seperti agama atau seni,” jelas Sujarno.
Untuk Tes Akademik, SMP Negeri 2 Lamongan bekerja sama dengan Ruang Guru, sedangkan Universitas Surabaya (Ubaya) terlibat dalam Tes IQ. Tes Hafalan Al-Qur’an selaras dengan program Gerakan Lamongan Menghafal (GLM).
“Dengan adanya pemetaan tersebut, banyak prestasi telah kita raih di bidang akademik, termasuk prestasi tingkat nasional dan internasional. Begitu pula dalam hafalan, SMPN 2 Lamongan telah mencetak 450 siswa hafal Juz 30, terbanyak di Lamongan,” ungkapnya.
Siswa dengan hafalan terbaik akan ditempatkan di kelas unggulan tahfidz, terpisah dari kelas belajar reguler. Sistem promosi dan degradasi kelas juga berlaku berdasarkan kemampuan hafalan Al-Qur’an dan prestasi akademik.
“Ibarat kendaraan, yang hafal Al-Qur’an itu seperti Pajero. Harus disatukan dengan Pajero juga, agar semangat dan kualitasnya tetap terjaga,” tambah Sujarno.
Sementara itu, salah satu perwakilan Wali Murid, Dian Sukmana, berharap agar SMP Negeri 2 Lamongan selalu memberikan bimbingan terbaik bagi siswa-siswi melalui program-program unggulan dari sekolah.
“Kami percaya dan yakin program-program yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Lamongan akan mampu mencetak generasi emas di masa depan. Saya juga meminta kepada Bapak/Ibu Guru Wali Kelas untuk memantau etika siswa-siswi,” ucap Dian, yang juga menjabat sebagai Camat Karanggeneng Lamongan.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, SMP Negeri 2 Lamongan berupaya menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan karakter siswa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.(BS)





