“Situs Jetis berupa kaki candi yang akan teruskan kita gali karena memiliki potensi cagar budaya. Selanjutnya hasil dari survei penyelamatan ini akan digunakan sebagai bahan rekomendasi pelestarian lebih lanjut,” ungkap Ichwan saat menyampaikan laporan.
Secara rinci, Ichwan menerangkan bahwa situs Jetis memiliki nilai penting sejarah berkaitan dengan periode klasik Indonesia dan menjadi bukti perkembangan penting dalam sejarah kebudayaan masa Hindu-Buddha. Dari segi ilmu pengetahuan juga memiliki potensi untuk diteliti lebih lanjut dalam rangka menjawab masalah dalam bidang ilmu arkeologi, antropologi, sosial, agama, seni, arsitek dan lainnya. Begitupun dari segi pendidikan dapat digunakan sebagai bahan edukasi kepada pelajar. Dari segi agama sangat mewakili agama Hindu dna Buddha. Dan dari nilai kebudayaan dapat mewakili identitas masyarakat Kabupaten Lamongan.
Yang lebih menarik ialah arsitektural situs Jetis berbahan batu putih yang sangat langka sebagai bahan dasar candi. Sampai saat ini baru ditemukan di Lamongan dan Candi Pataan.





