Menanggapi apresiasi tersebut, Kapolsek Solokuro, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., mengungkapkan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh pihak Muspika dan seluruh elemen masyarakat Solokuro.
“Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini adalah momentum bagi kami untuk melakukan introspeksi diri. Keberhasilan Polsek Solokuro dalam menjaga kamtibmas bukanlah hasil kerja mandiri, melainkan buah dari sinergitas yang kuat antara Polri, TNI, unsur kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga,” tutur AKP Joko Suprianto.
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa di usianya yang ke-80, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang lebih humanis dan presisi. “Sesuai dengan semangat Bhayangkara, kami akan terus berupaya menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang lebih baik lagi ke depannya. Kehadiran Muspika hari ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara, khususnya untuk masyarakat di Kecamatan Solokuro,” tambahnya.
Kegiatan potong tumpeng ini ditutup dengan ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antar instansi. Momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata dari “gotong royong” dalam menciptakan suasana wilayah yang aman, damai, dan harmonis.
Kehadiran sinergitas lintas instansi di Kecamatan Solokuro ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi wilayah lain di Kabupaten Lamongan dalam menciptakan suasana Kamtibmas yang kondusif.
Dengan perayaan HUT Bhayangkara ke-80 ini, Polsek Solokuro semakin mengukuhkan posisinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat di ujung utara Kabupaten Lamongan tersebut.





