Di balik aksi bersih-bersih tersebut, momen ini juga dimanfaatkan oleh Polsek Pucuk untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Mengingat dinamika sosial yang meningkat selama bulan Ramadan, pihak kepolisian memberikan imbauan khusus demi kenyamanan ibadah umat Muslim.
AKP Su’ud menekankan beberapa poin krusial, di antaranya larangan penggunaan petasan atau mercon yang dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu ketenangan ibadah. Selain itu, ia juga menyoroti fenomena balon udara liar serta penggunaan sound system berlebihan pada saat ronda sahur atau sahur keliling.
“Kami mengimbau warga agar tidak menyulut petasan dan tidak menerbangkan balon udara karena berisiko memicu kebakaran serta mengganggu jalur penerbangan. Untuk ronda sahur, kami minta dilakukan secara wajar tanpa menggunakan pengeras suara atau sound system yang berlebihan, agar esensi membangunkan warga tetap santun dan tidak mengganggu kenyamanan publik,” tegas Kapolsek.
Kegiatan kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik semata, melainkan menjadi jembatan komunikasi antara aparat penegak hukum dengan konstituennya. Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam kegiatan informal seperti ini diyakini mampu membangun kepercayaan (public trust) yang lebih kuat.
Pemerintah Desa Warukulon pun mengapresiasi inisiatif dari Polsek Pucuk dan jajaran TNI. Kehadiran aparat dinilai memberikan semangat tambahan bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan kondisi pemakaman yang kini bersih dan asri, warga Kecamatan Pucuk kini siap menyambut momentum ziarah prepegan Ramadan dengan suasana yang lebih tertib dan kondusif.






