Sementara itu Bupati Lamongan, yang akrab disapa Pak Yes, menambahkan bahwa penanganan banjir di Lamongan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS).
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyaluran bantuan paket pangan, sandang, selimut, terpal, glangsing, paket kebersihan, hingga tambahan gizi untuk masyarakat yang terdampak banjir.
Setelah meninjau lokasi banjir, sidak dilanjutkan ke ruas jalan nasional di Km. 54+365-54+665, tepatnya di perempatan Sukodadi Lamongan.
Pak Yes melaporkan adanya kerusakan dan gangguan lainnya. Salah satu perbaikan yang baru saja dilakukan adalah overlay, yang merupakan salah satu bentuk perbaikan jalan untuk menjaga kualitas dan keselamatan pengguna jalan.
Emil meminta agar perbaikan drainase bahu jalan juga dilakukan, mengingat bahu jalan lebih tinggi daripada jalan utama, yang sering menyebabkan banjir.
“Saya selalu menekankan bahwa infrastruktur adalah tanggung jawab kami, baik itu jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional. Harus terus dilakukan koordinasi saat terjadi kerusakan. Dan Pak Bupati Yes aktif koordinasi terkait kerusakan jalan di Lamongan, karena tujuannya adalah memberikan pelayanan yang layak pada infrastruktur dan memberikan kenyamanan pada pengguna jalan,” tegasnya.
Sebagai titik terakhir pelaksanaan sidak, Emil menyoroti Jalan Lingkar Utara (JLU) yang diupayakan segera dibuka untuk umum guna mengurai kemacetan lalu lintas. Mengingat belum terpasangnya traffic light, Emil meminta pengerahan petugas pengamanan lalu lintas, terutama di titik persimpangan.
“Pada momen Hari Raya Idul Fitri kemarin sempat dibuka secara insidentil, namun ditutup kembali karena belum adanya traffic light dan akan terpasang dalam tiga bulan ke depan,” jelas Pak Yes.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan masyarakat Lamongan dapat segera pulih dari dampak banjir dan infrastruktur yang ada dapat berfungsi dengan baik untuk mendukung mobilitas masyarakat.(Bs).





