“Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal esensial bagi peserta didik ketika kelak memegang tongkat estafet kepemimpinan, khususnya saat dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres di wilayah masing-masing,” tutur AKBP Ridwan Maliki.

Dalam sesi pemaparan materi, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto membeberkan progres pembangunan daerah yang impresif. Tercatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun berada di angka 75,47, dengan tingkat kemiskinan yang berhasil ditekan di angka 10,48 persen dan ditargetkan turun di bawah 10 persen pada tahun 2026 ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, Madiun dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama penyangga beras di Jawa Timur. Tidak hanya itu, daerah ini juga mengandalkan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi seperti porang yang telah ditopang dua pabrik pengolahan modern, Kopi Robusta Kare dengan sejarah perkebunan sejak 1880, produk olahan cokelat berkualitas supermarket, hingga Durian Kawuk yang saat ini sedang dalam tahap verifikasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) interaktif antara peserta didik Sespimmen Polri dan narasumber eksternal. Sesi ini dimanfaatkan untuk membedah strategi pemberdayaan UMKM, optimalisasi potensi daerah, serta peran proaktif kepolisian dalam mengawal stabilitas keamanan demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan, sesi foto bersama, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian Studi Lingkungan MTC Level III Sespimmen Polri Dikreg ke-67 di Polres Madiun ini berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga tuntas pada pukul 13.30 WIB.(Edi Marpaung)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2