Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum refleksi. Kemerdekaan, kata dia, harus dimaknai melalui kerja nyata, peningkatan kualitas pendidikan, serta kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Semangat Hubbul Wathan Minal Iman, atau kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari iman, menurut Abdul Ghofur, harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan karya. Perguruan tinggi memiliki ruang yang luas untuk menerjemahkan semangat tersebut melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Cinta tanah air harus kita wujudkan melalui karya dan pengabdian. Sivitas akademika harus mampu memberikan manfaat, baik melalui ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Unisla juga mendorong transformasi digital di berbagai sektor pendidikan. Namun, perkembangan tersebut tetap harus disertai dengan penguatan etika dan akhlak agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat.

Peningkatan kualitas riset dan inovasi menjadi salah satu bagian penting dari agenda pengembangan perguruan tinggi. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di sisi lain, pengabdian masyarakat terus didorong agar dilakukan secara berkelanjutan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dinilai menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mengisi kemerdekaan.

Bagi Unisla, semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui busana adat Nusantara menjadi pesan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari identitas Indonesia. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan tradisi justru menjadi kekuatan ketika dipersatukan oleh semangat kebangsaan.

Pemandangan sivitas akademika mengenakan berbagai pakaian adat pun menjadi simbol bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang bertemunya berbagai latar belakang dalam semangat yang sama. Dari keberagaman tersebut, persatuan diharapkan terus tumbuh dan menjadi modal dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Abdul Ghofur berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika Unisla untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan dengan upacara dan kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus kita isi dengan prestasi, pengabdian, inovasi, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Unisla tidak hanya menghadirkan kemeriahan melalui keberagaman busana adat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, karakter Islami, kecintaan terhadap tanah air, serta komitmen perguruan tinggi dalam mencetak generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2