LAMONGAN, BeritaSiber.com – Upaya mencegah tindakan perundungan atau bullying sejak usia dini terus dilakukan Polsek Solokuro, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Payaman, Bripda M. Banin Ar-Rasyid, Polsek Solokuro memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kedekatan antara anggota Polri dengan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., mengatakan bahwa edukasi pencegahan bullying perlu diberikan sejak dini agar anak-anak dapat memahami pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal.
“Edukasi tentang pencegahan bullying harus mulai dikenalkan sejak usia dini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Kami ingin mereka mengetahui bahwa mengejek, mengucilkan, mengintimidasi maupun melakukan kekerasan terhadap teman merupakan perilaku yang harus dihindari,” ujar AKP Joko Suprianto. Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bripda M. Banin Ar-Rasyid berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan suasana santai. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan lebih mudah diterima sekaligus membuat anak-anak merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan anggota kepolisian.
Anak-anak juga diberikan pemahaman untuk berani bercerita kepada orang tua, guru maupun orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat tindakan perundungan. Mereka diajak membangun kebiasaan saling menolong, berteman dengan baik dan tidak membeda-bedakan teman di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
Menurut Kapolsek, peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mencegah terjadinya perundungan. Pengawasan dan komunikasi yang baik diperlukan untuk mengetahui perubahan perilaku anak sekaligus mencegah tindakan yang berpotensi memberikan dampak buruk terhadap perkembangan psikologis maupun kehidupan sosial mereka.





