“Anak-anak harus mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar, bermain serta tumbuh dan berkembang. Karena itu, pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kepedulian bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pihak terkait,” jelasnya.
Selain memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Solokuro menghadirkan sosok Bhabinkamtibmas sebagai sahabat anak. Polisi berseragam diharapkan tidak menjadi sosok yang ditakuti, melainkan dapat dikenal anak-anak sebagai pihak yang siap melindungi, membantu dan menjadi tempat berkomunikasi ketika membutuhkan pertolongan.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan semakin komunikatif dan tidak merasa takut ketika bertemu dengan anggota Polri. Kedekatan sejak dini juga dinilai penting untuk menumbuhkan kepercayaan serta memberikan pemahaman mengenai tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Polsek Solokuro berkomitmen terus mengedepankan kegiatan preventif dan edukatif melalui peran Bhabinkamtibmas di desa binaan. Kehadiran anggota di tengah masyarakat tidak hanya difokuskan pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memberikan pembinaan serta edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda.
AKP Joko Suprianto berharap edukasi tersebut dapat menanamkan karakter positif kepada anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian, menghormati sesama dan berani menolak segala bentuk perundungan.
“Kami ingin Bhabinkamtibmas benar-benar menjadi sahabat anak-anak. Jangan takut dengan polisi yang berseragam. Anak-anak harus merasa nyaman untuk menyapa, berbicara dan menyampaikan sesuatu kepada anggota kami. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak dan bebas dari bullying, baik di sekolah maupun di mana pun mereka berada,” pungkasnya.





