Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para santri tampak serius menyimak materi yang disampaikan petugas. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait modus peredaran narkoba, dampak penggunaan zat adiktif, hingga cara menghindari pergaulan yang berpotensi membawa pengaruh buruk.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam memberantas narkoba dengan menyasar kelompok usia muda.

Menurutnya, keterlibatan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya narkotika. Para santri diharapkan tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Melalui kegiatan ini kami berharap para santri semakin memahami risiko penyalahgunaan narkoba dan dapat ikut mengedukasi teman sebaya maupun masyarakat sekitar untuk menjauhi narkoba,” katanya.

Polres Lamongan menegaskan akan terus menggencarkan sosialisasi serupa di sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran semakin waspada terhadap ancaman narkotika serta mampu menjadi generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan berperan aktif dalam memerangi narkoba.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2