Tak hanya mengecek fisik bangunan, petugas juga melakukan pendekatan dialogis dengan para juru parkir dan karyawan toko. Petugas mengingatkan agar pengawasan terhadap kendaraan konsumen ditingkatkan, terutama pada sore hingga malam hari saat volume pengunjung meningkat.
Edukasi mengenai kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu juga menjadi salah satu materi dalam dialog tersebut.
“Petugas patroli mengimbau kasir pertokoan untuk lebih teliti dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) saat menerima uang tunai dari konsumen guna menghindari kerugian bagi para pedagang,” ungkapnya.
Kegiatan patroli pertokoan ini merupakan implementasi nyata dari jargon “Ayo Jogo Lamongan”. Kehadiran polisi dengan seragam lengkap dan kendaraan dinas yang menyalakan lampu rotator diharapkan mampu menghilangkan niat jahat calon pelaku kriminal (deterrent effect).
“Kami ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat berjalan tanpa rasa takut. Kehadiran personil di lapangan adalah jaminan bahwa Polri selalu ada untuk melindungi aset dan keamanan warga,” tandasnya.





