Lebih lanjut, Sukarno Ali menegaskan bahwa pembinaan spiritual akan terus diperkuat selama bulan Ramadhan melalui berbagai program keagamaan, seperti pengajian rutin, tadarus Al-Qur’an, ceramah keagamaan, hingga kegiatan ibadah berjamaah.

Hal ini sejalan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pembinaan holistik bagi Warga Binaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pembinaan keagamaan menjadi fondasi utama dalam proses pembentukan karakter. Dengan bekal spiritual yang kuat, kami berharap Warga Binaan dapat lebih siap untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berakhlak, produktif, dan bertanggung jawab,” katanya.

Melalui kegiatan Munggahan ini, Lapas Kuningan berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang religius, kondusif, dan harmonis.

“Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk insan yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat setelah masa pidana berakhir,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2