Karena itu, LSM Cakrawala Keadilan berencana mendorong pembangunan sumur bor di wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus mengurangi risiko krisis air yang berulang setiap tahun.
“Harapan kami bukan hanya memberikan bantuan air secara langsung, tetapi bagaimana masyarakat di wilayah terdampak dapat terbebas dari krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun,” tambah Mufti.
Rencana tersebut menjadi salah satu langkah yang ingin didorong organisasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih mendasar. Meski demikian, realisasinya tentu memerlukan perencanaan, pemetaan wilayah prioritas, serta dukungan berbagai pihak agar fasilitas air bersih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua LSM Cakrawala Keadilan, Hilal Ahmar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan bakti sosial selama tiga bulan terakhir.
Menurut Hilal, dukungan para donatur menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi landasan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial.
“Tanpa para donatur, kegiatan ini tidak akan berjalan. Kami meyakini para donatur adalah orang-orang baik yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat terdampak kemarau,” kata Hilal.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak, menurutnya, perlu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat langsung dan menjawab kebutuhan warga.
“Kami berprinsip, semua kegiatan LSM Cakrawala Keadilan adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat. Bantuan yang terkumpul harus kembali memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penyaluran 400 ribu liter air bersih tersebut menjadi catatan pelaksanaan aksi kemanusiaan LSM Cakrawala Keadilan selama musim kemarau 2026. Ke depan, kolaborasi antara organisasi sosial, donatur, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan kekeringan, sehingga akses terhadap air bersih tidak hanya bergantung pada bantuan darurat, tetapi juga didukung solusi yang berkelanjutan.





