Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar, agar mampu mengenali gejala awal stroke dan segera mencari pertolongan medis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Consultant WSO Angels Wilayah Jakarta dan Sumatera, dr Henny Pristiwa Oktaviani, menyebut RS Murni Teguh Horas Insani menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Sejak program WSO masuk ke Indonesia pada 2017, sekitar 150 rumah sakit telah menerima penghargaan serupa.

Direktur RS Murni Teguh Horas Insani, dr Herman Ramli, menjelaskan penghargaan tersebut merupakan hasil pengembangan layanan stroke yang dilakukan secara berkelanjutan sejak pertengahan tahun 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, rumah sakit ini telah menangani 32 pasien Code Stroke, dengan 13 pasien berhasil mendapatkan terapi trombolisis. Hasil klinis yang dicapai menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik berkat sistem penanganan cepat dan terintegrasi.

Keberhasilan itu didukung tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis, tim IGD, radiologi, farmasi, laboratorium, ambulans, serta petugas registrasi yang bekerja cepat dan terkoordinasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat di Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun mengenai tanda-tanda stroke dan pentingnya penanganan dini,” ujar dr Herman.

Ia menambahkan, dengan penghargaan ini RS Murni Teguh Horas Insani semakin menegaskan diri sebagai Ready Stroke Hospital, yakni rumah sakit yang siap memberikan layanan stroke secara optimal.

Acara puncak ditandai dengan penyerahan penghargaan WSO Angels Award Diamond oleh dr Henny kepada manajemen RS Murni Teguh Horas Insani. Kegiatan juga diisi testimoni mantan pasien stroke yang berhasil pulih setelah mendapatkan penanganan cepat.

Penghargaan ini diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Utara, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Pematangsiantar.(Pirhot Nababan).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2