Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menjelaskan bahwa pemilihan lelang lele sebagai sumber dana santunan bukan tanpa alasan. Lele merupakan simbol ekonomi kerakyatan di Lamongan. Dengan melelang hasil kontes terbaik, PWI ingin mengonversi prestasi sektor perikanan menjadi keberkahan bagi anak-anak yatim.

“Ramadan adalah saatnya kita mengetuk pintu langit melalui berbagi. Melalui hasil lelang Kolela ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa adik-adik yatim piatu tidak sendirian. Kami semua adalah keluarga yang siap mendukung kalian untuk tetap semangat mengejar cita-cita,” tutur Kadam dalam sesi motivasi singkatnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak lima lembaga menerima penyaluran manfaat ini, di antaranya adalah Panti Asuhan Ar-Rasyid, Panti Al Mizam, Panti Muawannah, Panti Wakhid Hasyim, dan Panti Khadijah.

Haqi, yang mewakili pondok pesantren dan panti asuhan penerima santunan, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. Ia menilai apa yang dilakukan PWI Lamongan adalah bentuk implementasi nyata dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

“Ada riset yang menyebutkan bahwa puncak kebahagiaan manusia adalah saat bisa memberi kepada orang lain. Hari ini, keluarga besar PWI telah menunjukkan hal itu. Semoga ini menjadi ladang pahala dan keberkahan bagi seluruh wartawan di Lamongan,” ungkap Haqi.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Lamongan, dilanjutkan dengan ramah tamah serta buka puasa bersama yang penuh kekeluargaan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2