Kepala Lapas Lamongan Mahrus melalui Kasi Binadikgiatja Anggre Anandayu menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah proaktif dan sikap preventif untuk memastikan stabilitas keamanan dan efektivitas program zero halinar di Lembaga Pemasyarakatan khususnya di Lapas Lamongan.
“Kami melakukan deteksi dini pada Lapas Lamongan. Kami tidak mau petugas pemasyarakatan terlibat dan kami melakukan deteksi dini salah satunya dengan pelaksanaan tes urine ini. Apabila ditemukan petugas positif mengkonsumsi narkoba akan kami lakukan pembinaan,” ujarnya. Sabtu (27/05/2023).
Anggre memastikan tes seperti ini akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen Lapas Lamongan dalam menjaga integritas dan stabilitas keamanan ketertiban. Kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantau dan mendeteksi penggunaan narkoba oleh warga binaan dan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka yang terbukti melanggar aturan terkait narkoba,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan tes urine ini, Anggre mengungkapkan sebanyak 37 orang petugas dan 50 orang Warga Binaan mengikuti kegiatan tersebut dan diperoleh hasil yang menunjukkan negatif terhadap penyalahgunaan penggunaan narkoba.
“Hasilnya semua warga binaan dan petugas lapas Lamongan menunjukkan negatif,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Anggre menambahkan keberhasilan pemberantasan handphone dan narkoba juga tergantung pada jajaran petugas.
“Untuk itu, diharapkan seluruh petugas memiliki satu frekuensi karena petugas Rutan ibarat satu tubuh yang memiliki satu tujuan. Maka dibutuhkan komitmen seluruh petugas dalam mewujudkan Rutan zero handphone dan narkoba,” pungkasnya.





