“Sudah ada yang gagal panen sekitar 30 hektar, tapi dengan pertemuan ini semua sudah jelas, pihak JLU bersedia membantu dan bulan depan saya optimis hasil penan di wilayah Deket melimpah,” kata Kades yang juga selaku Ketua AKD Kecamatan Deket tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebenarnya persoalan ini sudah teratasi dengan pemasangan pompa air di jembatan sementara dan pemberian BBM solar ke para petani namun tidak berjalan berkelanjutan karena kurang komunikasi.

Sementara itu, pihak penyedia jasa proyek JLU PT.Jaya Kontruksi, Roy Herman mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi agar persoalan ini bisa teratasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pompa yang dipasang itu untuk mengalirkan bukan untuk memperbesar debit air harus kita pahami percuma kalau jumlah pompanya banyak tapi debit airnya kecil. Maka dari itu diselaraskan saya nanti dengan pihak Dinas Sumber Daya Air akan mencari solusi agar bisa memenuhi permintaan petani,” ungkap Roy Herman.

Roy menjamin bahwa jalannya pembangunan proyek JLU tidak berdampak pada keberlangsungan pertanian wilayah sekitar.

“Sekali lagi kami secara tekhnis, tetap harus koordinasi karena ini wilayah kerja SDA. Tentu nanti disesuaikan, untuk hari ini sampai waktu panen 20 sampai 25 hari kedepan bisa lancar dan tidak ada gangguan saat panen nanti,” tegasnya.(bs)

Editor Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.comĀ 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2