Ketersediaan jagung juga menjadi salah satu perhatian utama. Para peternak meminta pemerintah memastikan pasokan jagung tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga biaya pakan dapat lebih terkendali.

Tuntutan lainnya adalah penguatan kelembagaan industri peternakan. Peternak berharap terdapat kebijakan yang mampu memperkuat posisi peternak rakyat dalam rantai pasok dan menghadapi dinamika pasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

P3Y juga meminta pemerintah memberikan perhatian dan tindakan nyata terhadap kondisi sektor peternakan ayam petelur. Mereka berharap persoalan yang disampaikan tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan kebijakan yang dapat dirasakan langsung oleh peternak.

Selain persoalan harga pakan dan telur, peternak juga menyoroti masalah kelebihan populasi ayam petelur. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi keseimbangan produksi dan pasar.

P3Y meminta pemerintah mengatur mekanisme penyerapan populasi ayam tua, khususnya ayam yang telah berumur lebih dari 90 minggu. Regulasi tersebut dinilai diperlukan untuk membantu menjaga keseimbangan populasi ayam produktif sekaligus mencegah tekanan produksi yang semakin besar.

Peternak berharap persoalan populasi dapat ditangani secara lebih terstruktur sehingga tidak menimbulkan tekanan tambahan terhadap harga telur maupun biaya produksi.

Aksi yang digelar P3Y berlangsung tertib dan damai. Melalui pembagian ribuan ayam secara gratis, para peternak berusaha menyampaikan pesan bahwa kondisi usaha mereka sudah berada dalam tekanan serius.

Mereka berharap pemerintah dan DPRD DIY dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan kebijakan yang konkret dan berpihak pada keberlangsungan peternakan rakyat.

Bagi para peternak, menjaga keberlangsungan usaha bukan hanya menyangkut pendapatan keluarga. Peternakan rakyat juga merupakan bagian dari mata rantai penyediaan pangan bagi masyarakat. Jika tekanan biaya produksi tidak segera diatasi, mereka khawatir semakin banyak peternak terpaksa mengurangi populasi, menghentikan produksi, bahkan meninggalkan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Aksi di depan DPRD DIY tersebut pun menjadi pengingat bahwa persoalan harga pangan tidak dapat hanya dilihat dari sisi konsumen. Di balik telur yang tersedia di pasar, terdapat peternak yang harus menghadapi biaya pakan, populasi ternak, serta ketidakpastian tata niaga agar produksi tetap berjalan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2