“Untuk informasi lebih lanjut mengenai progres program ini, sebaiknya ditanyakan kepada Menteri Sosial, karena beliau yang ditugaskan oleh Presiden untuk melaksanakan program tersebut. Kami telah melakukan komunikasi internal mengenai pengembangan kurikulum dan rekrutmen guru,” tambahnya.
Abdul Mu’ti juga mengungkapkan bahwa jumlah tenaga pendidik sudah disiapkan, meskipun kebutuhan spesifik masih dalam proses penentuan.
“Ketika waktunya tiba, kami akan membuka pendaftaran dan mengumumkan berapa banyak guru yang dibutuhkan. Kami berharap program ini dapat segera dilaksanakan dengan baik,” tutupnya.
Dengan inisiatif ini, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat lebih inklusif dan memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat, tanpa mengorbankan kualitas pendidikan formal yang telah ada.(Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





