Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banjir tahunan ini telah merendam pemukiman warga selama kurang lebih 20 hari hingga satu setengah bulan. Durasi yang lama ini menyebabkan roda perekonomian warga lumpuh total.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ibu Muzaroah, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa meskipun rumahnya sudah ditinggikan sebanyak dua kali, air tetap masuk ke dalam huniannya.

Ia mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak adanya lapangan pekerjaan selama musibah berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kebutuhan sembako sangat mendesak karena ekonomi agak surut, tidak ada pekerjaan,” keluhnya sambil berharap pemerintah terus memberikan perhatian lebih terhadap penanganan banjir agar ekonomi warga kembali lancar.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh PPNI Lamongan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Blawi, Khoirul Huda, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.

Menurutnya, bantuan sembako dan pengobatan gratis ini sangat tepat sasaran mengingat warga sudah bertahan di tengah banjir selama hampir 45 hari.

“Kami berterima kasih kepada PPNI atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang sudah terdampak banjir sekitar satu setengah bulan. Kebutuhan seperti ini memang sangat dinantikan oleh masyarakat,” tutur Khoirul Huda.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2