Antusiasme warga terlihat tinggi. Peserta tak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung cara membuat baglog, teknik perawatan, hingga strategi pemasaran produk jamur segar maupun olahan. Pemerintah desa berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal pembentukan kelompok usaha bersama yang fokus pada pengembangan jamur tiram.
Kepala Desa Kembangbahu dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari rencana besar desa untuk memperkuat ekonomi keluarga dan membuka peluang kerja baru.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi pelaku utama dalam pemanfaatan potensi desa,” katanya.
Dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait, Desa Kembangbahu optimis mampu menjadikan budidaya jamur tiram sebagai ikon usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan warga. Pelatihan ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya wirausaha-wirausaha muda desa yang kreatif dan mandiri.





