“Dengan terjalinnya kedekatan, masyarakat tidak akan segan untuk melaporkan gangguan Kamtibmas atau potensi konflik sejak dini,” tambahnya.
Selain menyerap aspirasi, petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Terutama terhadap ajakan atau isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan berpikir bijak dalam menerima informasi. Jika ada hal mencurigakan, segera lapor ke polisi,” tegas petugas.
Kegiatan patroli dialogis ini akan dilakukan secara rutin dan menyeluruh di seluruh desa di wilayah Kecamatan Solokuro. Dengan pola pendekatan humanis dan responsif, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi program dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang Transformasi Menuju Polri yang Presisi, yang menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat secara aktif dan proaktif.(Bs).





