Hasil dari kegiatan problem solving ini membuahkan kesepakatan positif. Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Anak berjanji akan memperbaiki perilakunya, lebih disiplin dalam belajar, tidak mengulangi kebiasaan bolos sekolah, serta menggunakan bantuan pendidikan secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, bapaknya juga berkomitmen untuk mendidik anak dengan penuh kasih sayang, memberikan bimbingan yang baik, serta lebih memperhatikan perkembangan pendidikan dan pergaulan anak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Solokuro melalui petugas yang menangani kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving merupakan langkah efektif untuk mencegah konflik berkelanjutan di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan solusi bersama, diharapkan permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus menempuh jalur hukum.

“Kami berharap setelah mediasi ini, hubungan antara anak dan orang tua kembali harmonis, serta anak dapat lebih fokus menempuh pendidikan demi masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga keharmonisan sosial melalui pendekatan humanis dan problem solving, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Solokuro.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2