Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara POLRI, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan elemen masyarakat, khususnya pondok pesantren dan petani lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tujuannya adalah untuk menciptakan kemandirian pangan dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang dimiliki atau dikelola oleh lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.

Kapolsek Pucuk AKP Su’ud menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai simbolik penanaman semata, namun diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian bisa bangkit dengan kolaborasi semua pihak. Pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Nurul Huda selaku pengasuh Ponpes Rodhotus Sholikin menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan pesantren dalam mendukung program pertanian berbasis swadaya dan kemandirian.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan penanaman jagung serentak ini menjadi titik awal yang strategis dalam menciptakan sistem pertanian berkelanjutan serta mendukung swasembada pangan secara nasional.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2