Gestur sederhana namun bermakna ini menunjukkan kedekatan emosional yang erat antara pimpinan dan anggota. Mengayuh becak membawa para purnawirawan dari gerbang utama menuju kantor Unit Gakkum Satlantas, simbol perjalanan panjang yang telah ditempuh dengan penuh keringat dan pengorbanan.

Dalam sambutannya, AKBP Arif Fazlurrahman menekankan bahwa masa purnabakti bukanlah titik akhir dari sebuah pengabdian. Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai kepolisian yang telah tertanam selama puluhan tahun akan tetap menjadi identitas diri, meskipun seragam telah ditanggalkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Hari ini kita melepas rekan-rekan terbaik dengan rasa bangga. Purna bakti hanyalah perubahan status kedinasan, namun jiwa dan semangat Bhayangkara harus tetap menyala. Bapak dan Ibu adalah guru, mentor, dan inspirasi bagi kami yang masih bertugas. Warisan kerja keras dan integritas yang Anda tinggalkan adalah modal berharga bagi Polres Lamongan untuk terus bertransformasi menjadi lebih baik,” ujar AKBP Arif Fazlurrahman.

Kapolres juga menambahkan bahwa Polri selalu membuka pintu bagi para purnawirawan untuk terus berkontribusi sebagai mitra strategis di masyarakat. Ia berharap, memasuki masa pensiun, para purnawirawan dapat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan kesehatan dan kebahagiaan yang menyertai.

Kegiatan pelepasan ini ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Senyum bangga terpancar dari wajah para purnawirawan, menutup babak kedinasan dengan kesan yang mendalam.

Bagi jajaran Polres Lamongan, acara ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan pengingat bagi personel aktif tentang pentingnya menjaga marwah institusi agar kelak dapat menuntaskan masa pengabdian dengan kehormatan yang sama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2