LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, menggelar Patroli Kota Presisi (PKP) Blue Light untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan potensi bentrokan antarperguruan silat. Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/10/2026) malam.

Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan patroli yang dimulai sekitar pukul 23.30 WIB itu difokuskan untuk mencegah kejahatan 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi juga mengantisipasi potensi gesekan antaranggota perguruan silat yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Patroli Blue Light kami lakukan sebagai langkah pencegahan terhadap tindak kriminalitas, khususnya pada malam hari. Kami juga mengantisipasi potensi gesekan antarperguruan silat agar situasi kamtibmas di wilayah Kembangbahu tetap aman dan kondusif,” kata Sono dalam draf keterangan terkait kegiatan tersebut, Minggu (11/10/2026).

Patroli tersebut dilakukan dua anggota Polsek Kembangbahu, yakni AIPTU Mustar dan AIPDA Kujianto. Keduanya berkeliling memantau sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan, termasuk ruas jalan sepi, kawasan minim penerangan, hingga titik yang berpotensi menjadi lokasi perselisihan antarkelompok.

Dalam kegiatan itu, polisi juga mendatangi sejumlah pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam. Petugas memberikan imbauan secara persuasif agar mereka tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu keributan.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Pemuda yang masih berkumpul kami imbau untuk segera pulang apabila tidak ada kepentingan mendesak. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Sono.

Selain menyasar kelompok pemuda, polisi melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Komunikasi tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi konflik.

Sono menegaskan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap potensi gesekan antarperguruan silat. Menurutnya, seluruh anggota perguruan silat diharapkan ikut menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat memicu perselisihan.

“Kami mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk tetap menjaga persaudaraan. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat. Semua pihak harus ikut bertanggung jawab menjaga keamanan wilayah,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2