Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa kecintaan terhadap Al-Quran adalah fondasi utama bagi setiap kader PKS. Di internal partai, terdapat standar hafalan tertentu yang menjadi indikator kualitas seorang anggota pelopor.

Dalam penjelasannya, ia merinci beberapa target hafalan yang harus dipenuhi berdasarkan tingkatan keanggotaan anggota dewasa minimal harus memiliki hafalan Juz 28, sedangkan anggota madya minimal harus memiliki hafalan Juz 29, dan anggota penggerak minimal harus memiliki hafalan Juz 30.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Bagi yang belum mencapai target tersebut, maka ini menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk terus menghafal. Lomba ini bukan sekadar mengejar hadiah, tapi bagaimana kita mengevaluasi kualitas bacaan (tahsin), murajaah, dan tajwid para kader,” tegas Hendri.

Melalui Bidang Kaderisasi (BKP), DPD PKS Lamongan berharap hasil dari MHQ ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan pengembangan kualitas kader ke depan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap pelopor partai memiliki kedalaman pemahaman dan kemampuan membaca Al-Quran yang mumpuni.

“Harapan terbesarnya adalah kami bisa memetakan potensi dan kualitas riil kader. Dengan begitu, BKP dapat merumuskan kebijakan yang tepat agar kualitas dalam memahami dan membaca Al-Quran di Kabupaten Lamongan terus meningkat,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2