Perjuangan Agung dan timnya mencakup pendayungan sejauh kurang lebih 500 meter di jalur yang terendam air. Di sepanjang jalur tersebut, mereka harus berbagi jalan dengan warga yang juga sedang berjuang mendorong motor yang mogok akibat terjebak banjir.

“Total ada sekitar 120 ikat wadah, isinya kurang lebih 300 ompreng. Kami harus sangat hati-hati mendayung agar perahu tidak goyang dan wadah makan tidak jatuh ke air,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aksi heroik para petugas SPPG ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Di tengah situasi bencana, ketersediaan asupan gizi bagi anak-anak sekolah menjadi hal yang sangat krusial untuk menjaga imunitas tubuh mereka.

Pihak SPPG menegaskan bahwa banjir bukanlah alasan untuk menghentikan pelayanan. Meski harus mengeluarkan tenaga ekstra dan menghadapi risiko di lapangan, komitmen untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, pihak terkait terus memantau perkembangan debit air di wilayah Bengawan Jero Lamongan. Jika kondisi banjir terus meluas, SPPG akan menyiapkan skema distribusi darurat menggunakan perahu motor agar jangkauan pelayanan ke sekolah-sekolah yang terisolasi tetap bisa terpenuhi tepat waktu.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2