“Mahalnya harga obat-obatan juga membuat para petani berfikir untuk terus melakukan penyemprotan hama wereng, karena penyemprotan hama wereng tidak cukup di lakukan 3-4 kali,” ujarnya.
Sementara dari data yang dilihat langsung dan laporan para petani, Gus Anshori mengungkapkan terdapat lima kecamatan terserang hama wereng dan sebagian mengalami gagal panen karena hama wereng dan kekeringan. Kecamatan tersebut diantaranya Sukodadi, Sekaran, Turi, Maduran dan Pucuk.
Selain itu, Gus Anshori politisi yang di kenal cukup merakyat ini menyampaikan, Kejadian serangan hama wereng pada musim tanam kedua ini seharusnya lebih bisa di antisipasi Pemkab Lamongan lebih dini.
“Karena pada musim tanam pertama kita sudah ingatkan pemkab terkait hama wereng, dan kita juga sudah meminta agar Pemkab mencarikan solusi terkait hama wereng yang menyebabkan sebagian petani padi di kecamatan sukodadi dan Sekaran mengalami gagal panen pada waktu itu, namun kenyataannya musim tanam kedua ini serangan hama wereng semakin meluas dan banyak menyebabkan petani padi gagal panen,” terang Gus Anshori.





