BERITASIBER.COM | YOGYAKARTA – Pernyataan Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari bahwa Partai Golongan Karya merupakan partai koalisi KIM yang paling mempunyai potensi besar berkhianat kepada Prabowo – Gibran mendapatkan tanggapan.
Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Syarief Guska Laksana menyatakan analisa politik dari M Qodari itu konyol, tidak objektif dan tidak berdasarkan fakta sejarah.
“Seorang pengamat politik yang beritegritas harusnya mempunyai analisa yang menyeluruh dari fakta sejarah, ilmu politik dan arah yang lebih luas untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Guska, Jumat (24/5/2024).
Guska menambahkan jika dilihat dari sejarah munculnya Paslon Prabowo – Gibran sebagai capres dan cawapres bermula dari kebesaran jiwa Ketum Partai Golkar Arlangga Hartarto dan seluruh kader dari pusat sampai akar rumput untuk mengusung Gibran sebagai cawapres mendampingi Pak Prabowo.
Dalam masa kampanye Pilpres 2024 Partai Golkar mempunyai peran yang fundamental dalam pemenangan Prabowo – Gibran. Sebagai contoh kecil di Wilayah DIY ketua Pemenangan Prabowo Gibran adalah Ketua Golkar DIY Gandung Pardiman yang mendapat tugas untuk pemenangan dan berhasil memenangkan dalam 50,63 persen suara.
“Ini bukan hal sepele untuk masalah pemenangan Pemilu. Karena dibutuhkan soliditas total semua lini dan segmen dalam pemenangan pemilu Presiden kemarin dan telah dibuktikan oleh Partai Golkar,” ujarnya.
Partai Golkar, imbuh Guska mempunyai doktrin karya kekaryaan yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi yang pragmatis.
“Hal itu bisa dibuktikan dalam kontek sejarah politik, karena itu merupakan realitas karakter politik partai golkar yang selalu menjadi bagian dalam pemerintahan,” kata Guska.
Ketua AMPI DIY Syarief Guska melihat Partai Golkar akan mendukung Prabowo – Gibran sebagai presiden dan wakil presiden mendatang dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara ilmu politik maupun dari realitas fakta sejarah.





