“Kami berharap agar lima koridor tambahan ini dapat terealisasi dalam waktu dekat. Sebab tujuannya adalah untuk menyediakan akses serta layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Nyono.
Sambil menanti penambahan lima koridor, Dinas Perhubungan Jawa Timur terus melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota yang telah dilayani oleh Bus Trans Jatim agar segera mengaktifkan jaringan feeder.
Seperti Kota Surabaya, yang telah berhasil mengimplementasikan sistem angkutan feeder dari kampung kampung di Surabaya menuju halte Bus Trans Jatim menggunakan layanan Wira Wiri.
Nyono menyatakan bahwa hal ini sangat berkontribusi terhadap kelancaran akses masyarakat terhadap layanan Bus Trans Jatim.
“Kami mengharapkan agar kabupaten lain, seperti Mojokerto, Lamongan, dan Gresik, dapat segera mengambil langkah proaktif dalam penyediaan angkutan feeder. Angkutan transportasi ini merupakan elemen vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara signifikan serta meningkatkan konektivitas di kawasan Gerbangkertasusila, Jawa Timur,” jelas Nyono.
Kadishub Jatim menyatakan bahwa Bus Trans Jatim merupakan manifestasi dari Jatim Akses dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024. Sejak peluncuran Koridor 1 pada Agustus 2022, saat ini sudah terdapat lima koridor yang telah dilayani oleh Bus Trans Jatim.
“Koridor 1 Trans Jatim telah beroperasi dengan melayani tiga kawasan strategis di Jawa Timur, yakni Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Selanjutnya, Koridor 2 telah beroperasi untuk rute Mojokerto-Surabaya. “Terdapat Koridor 3 yang mengoperasikan rute Mojokerto–Gresik,” tegasnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





