“Kami turun langsung ke Desa Sidobinangun untuk mempererat tali silaturahmi. Fokus kami saat ini adalah mengedukasi warga terkait pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian di rumah-rumah yang ditinggalkan kosong. Kami minta warga untuk lebih teliti menjaga barang bawaan dan memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat beraktivitas di luar,” ujar Kapolsek.
Selain memberikan imbauan keamanan fisik, patroli kali ini juga membawa pesan moral yang mendalam terkait fenomena judi online atau ‘judol’. Polisi dan TNI memberikan penjelasan mengenai dampak buruk dari judi online yang tidak hanya merugikan finansial secara pribadi, namun juga berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga dan memicu tindakan kriminal lainnya demi memenuhi hasrat berjudi.
“Kami sangat prihatin dengan bahaya judi online yang bisa menjerat siapa saja. Kami mengimbau warga Desa Sidobinangun untuk tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan instan dari judi daring. Jika ada warga yang merasa kecanduan atau mengetahui adanya praktik perjudian di lingkungannya, jangan ragu untuk melapor kepada kami atau Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat,” tegas petugas gabungan di lapangan.
Warga Desa Sidobinangun menyambut positif langkah preventif yang dilakukan oleh TNI-Polri. Salah satu warga mengungkapkan bahwa kehadiran aparat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menambah wawasan mereka terkait risiko keamanan di era digital. Diskusi berjalan hangat dan santai, mencerminkan kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Patroli sinergitas ini diakhiri dengan pesan komitmen dari aparat untuk terus rutin melakukan patroli dialogis.
“Diharapkan, langkah proaktif ini mampu menekan angka kriminalitas dan meminimalisir pengaruh negatif perjudian online di wilayah Kecamatan Deket, sehingga tercipta lingkungan yang produktif, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga,” pungkasnya.





